Dalam perombakan kabinet yang telah lama masyarakat nantikan, Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara kemudian mengambil alih jabatan tersebut beberapa jam setelah Prabowo kembali dari kunjungan resmi ke India. Sebelum menjabat Wakil Menteri Keuangan pada pemerintahan sebelumnya, Suahasil adalah mantan akademisi dan birokrat senior. Ia memimpin Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada 2016–2019. Saat mengucapkan sumpah di Istana Kepresidenan pada 14 September, Suahasil berjanji setia pada UUD 1945. Ia berjanji menaati semua peraturan perundang-undangan demi mengabdi kepada bangsa dan negara. Untuk menenangkan pasar setelah pencopotan mendadak Purbaya, Suahasil menegaskan bahwa penunjukannya merupakan kelanjutan kebijakan, bukan perubahan arah. Merujuk pada pengalamannya di Kementerian Keuangan, Suahasil menegaskan bahwa penunjukan tersebut mencerminkan kesinambungan, bukan perubahan. Suahasil menambahkan bahwa ia akan memprioritaskan kredibilitas anggaran negara dan keterbukaan komunikasi kepada masyarakat.
Purbaya meninggalkan jabatannya setelah posisinya menjadi bahan spekulasi selama berbulan-bulan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kebijakan fiskal Indonesia. Ekonom ini sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan pada September 2025. Ia menjabat dengan komitmen mendorong perekonomian dan meyakini target pertumbuhan tahunan 8% yang Prabowo tetapkan dapat terwujud. Sepanjang masa jabatannya, pertumbuhan ekonomi tidak beranjak dari kisaran 5% dan gagal mendekati target jangka panjang presiden. Purbaya turut menjadi sorotan karena gaya komunikasinya yang lugas dan terkadang memicu kontroversi. Pada April, Purbaya mengusulkan agar negara-negara di sekitar Selat Malaka mempertimbangkan pungutan bagi kapal yang melintasi jalur pelayaran tersebut. Pernyataan ini menjadi sorotan regional dan mendorong pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak berencana menerapkan pungutan tersebut. Pemerintah juga menegaskan tetap mematuhi hukum maritim internasional. Prabowo melakukan penataan kabinet kelima sejak ia mulai menjabat pada Oktober 2024.
Terasa Mendadak
Meski telah lama masyarakat nantikan dan sejumlah tokoh sempat prediksi mengisi jabatan tersebut, pengumuman pada 14 September tetap terasa mendadak. Setelah pelantikan, Suahasil mengungkapkan bahwa presiden baru memberitahukan penunjukannya pada pagi hari. Ia mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak mengadakan pembicaraan dengan orang yang mendahuluinya. Bhima Yudhistira menyatakan konflik internal kementerian yang melibatkan Purbaya belakangan ini menjadi pemicu terakhir. Suahasil, wakil menteri saat itu, menulis dalam memo internal bahwa perombakan staf 10 September terkesan mendadak dan disayangkan.
Dalam catatannya, Suahasil memperingatkan bahwa cara kerja semacam ini dapat menyebabkan kekacauan di Kementerian Keuangan yang berskala besar. Bhima mengatakan pada 14 September bahwa ketegangan sudah mencapai puncaknya dan bahwa solidaritas di dalam Kementerian Keuangan sendiri kurang. Peneliti ekonomi Deni Friawan dari Centre for Strategic and International Studies menyatakan bahwa konflik internal tersebut telah menjadi sesuatu yang tak dapat ditolerir. Di tengah ketegangan, para pakar melihat Suahasil sebagai figur berpengalaman dan tenang, yang mendapat penghormatan dari birokrasi Kemenkeu dan efektif menenangkan konflik internal. Analis pasar keuangan Riska Afriani menuturkan bahwa ia memiliki pengalaman mendalam di Kementerian Keuangan sehingga memahami secara langsung mekanisme perumusan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan fiskal.
Gaya Komunikasi
Bhima menyatakan bahwa gaya komunikasinya yang penuh kehati‑hatian berbeda jauh dari pendekatan koboi Purbaya, sehingga Suahasil diperkirakan dipilih karena lebih tenang dan dapat mereduksi ketegangan. Menurut Deni, dengan Suahasil di posisi tersebut koordinasi antara Kemenkeu dan bank sentral kemungkinan membaik; ia juga mencatat bahwa Deputi Gubernur BI baru, Destry Damayanti, meraih gelar ekonomi dari Universitas Indonesia, sama seperti menteri baru. Ia menambahkan bahwa harapannya adalah terjalinnya kerja sama yang lebih baik antara otoritas fiskal dan moneter. Penunjukan ini mungkin sementara menstabilkan kementerian setelah keluarnya Purbaya secara tiba-tiba, namun para pengamat memperingatkan bahwa Suahasil bakal menghadapi rintangan berat di masa mendatang.
Deni menilai bahwa hal ini menunjukkan kepada pasar bahwa pemerintah kembali menerapkan pengelolaan fiskal yang lebih disiplin, dapat dipercaya dan terfokus, sehingga merupakan perubahan yang krusial. Namun demikian, kemampuan kebijakan fiskal untuk mencapai tujuan terbatas, lebih-lebih jika pemerintah bersikeras menjalankan semua program prioritas. Ia mencontohkan inisiatif unggulan Prabowo, termasuk program makan bergizi gratis dan koperasi Desa Merah Putih, yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok serta memberikan layanan keuangan bagi komunitas pedesaan. Bhima menuturkan bahwa dalam kurun dua bulan ke depan akan tampak apakah Suahasil dapat mengimplementasikan reformasi fiskal.