Penemuan Fosil Sempurna Mengancam Lingkungan

Penemuan spesies manusia purba di Indonesia tahun ini mengukuhkan status kepulauan ini sebagai tujuan utama dunia untuk penemuan fosil penting. Para ilmuwan mengatakan bahwa negara ini sangat berpotensi menghasilkan penemuan fosil lain. Pada Juni, tim peneliti internasional mengumumkan bahwa mereka menemukan fosil hominin di Pulau Flores yang merupakan nenek moyang Homo floresiensis. Iwan Kurniawan dari Museum Geologi menyatakan penggalian lanjutan di Mata Menge berpotensi menghasilkan penemuan besar berikutnya.

Para paleontolog berusaha mengidentifikasi spesies individu dari Mata Menge. Tubuhnya mirip H. floresiensis yang kecil, tetapi giginya menyerupai Homo erectus. Iwan mengatakan penemuan tengkorak akan mengungkap spesies sebenarnya dan mengejutkan komunitas ilmiah. Iwan mendapat dukungan pendanaan bersama Indonesia dan Australia untuk proyek ini. Pemerintah Indonesia dan Australia menyediakan lebih dari $300.000 per tahun untuk proyek ini dan menjamin pendanaannya hingga 2020. Pada 1891 Eugene Dubois menemukan spesimen Homo erectus pertama di tepi Sungai Solo, Jawa.

Lokasi Penting

Sejak saat itu Indonesia menjadi lokasi penting bagi penemuan fosil, dan pencarian sisa-sisa purba meluas ke banyak pulau di nusantara. Thomas Sutikna, peneliti Arkenas yang sedang studi di Universitas Wollongong, Australia, menyatakan bahwa iklim tropis dan kelimpahan sumber daya alam membuat kepulauan Indonesia kaya fosil. Ia mengatakan Indonesia berada di wilayah perairan hangat Indo-Pasifik yang sangat cocok bagi kehidupan hewan; iklim dan kelimpahan sumber daya menarik fauna, termasuk manusia, untuk datang dan menetap. Indonesia juga berada di Cincin Api, zona Samudra Pasifik yang rawan aktivitas vulkanik.

Abu letusan dapat mengawetkan sisa-sisa dan mempercepat fosilisasi. Kombinasi geologi dan keanekaragaman fauna di wilayah ini meningkatkan peluang ditemukannya fosil penting. Matt Tocheri, Ketua Riset Kanada tentang Asal Usul Manusia di Universitas Lakehead, Ontario, yang meneliti paleo-antropologi di Indonesia, memperkirakan akan banyak penemuan besar lagi di negara ini dalam beberapa tahun mendatang. Tocheri mengatakan manusia telah menghuni wilayah ini setidaknya 1,5 juta tahun, mungkin hampir dua juta tahun, sehingga banyak penemuan yang bisa menjelaskan waktu dan dampak penyebaran manusia ke kawasan ini; Indonesia akan terus menjadi fokus utama paleoantropologi.

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *