Pada 29 Maret 2015, 25 mahasiswa penerima Beasiswa Australia Award berkumpul di Canberra. Mereka mengikuti BAGUS 3, program pengenalan tiga hari tentang pemerintahan Australia. BAGUS adalah singkatan dari Bringing Australian Government Understanding to Students. Program ini bagian dari Program Pengayaan on Award untuk mahasiswa Indonesia penerima beasiswa. Ini adalah penyelenggaraan BAGUS ketiga. Program ini menjadi kursus pertama pada 2016 setelah dua gelombang sebelumnya berhasil. Terpilih dari lebih 200 pelamar, 25 peserta BAGUS 3 adalah mahasiswa pascasarjana. Mereka menempuh studi di berbagai universitas di Australia. Bidang studi mereka meliputi keuangan, administrasi publik, perencanaan kota, ekonomi, manajemen lingkungan, hubungan internasional, dan pembangunan. Hampir semua peserta berasal dari disiplin terkait pemerintahan Indonesia.
Selama tiga hari, pejabat dari Departemen Luar Negeri, Kantor Pajak, Komisi Layanan Publik, Kantor Audit, dan Perpustakaan Parlemen mempresentasikan. Mereka membahas proses parlemen, sistem pemilu, anggaran nasional, akuntabilitas, dan transparansi kebijakan. Kelompok BAGUS mengunjungi Gedung Parlemen dan Komisi Pelayanan Publik Australia, serta mengikuti tur bus ke Museum Nasional dan monumen perang. Penyelenggara mengundang mereka ke Kedutaan Besar Indonesia untuk bertemu duta besar. Umpan balik terhadap kursus sangat positif dan antusias. Banyak peserta memuji kemampuan pemimpin program menjelaskan perbandingan sistem pemerintahan Australia dan Indonesia. Peserta lain menghargai kesempatan bertemu pejabat tinggi Australia dan memperluas jaringan profesional.
Umpan Balik
Yekti Pratiwi, mahasiswa Australian National University, mengatakan ia merasa terhormat mengikuti Program BAGUS. Ia menambahkan bahwa kesempatan seperti ini tidak dimiliki semua penerima beasiswa. Menurutnya program ini sangat kaya materi dan membahas banyak isu kebijakan. Peserta membahas perumusan dan pelaksanaan kebijakan di Australia secara mendalam. Mereka juga berdiskusi tentang bagaimana Indonesia dan Australia saling belajar meningkatkan pelayanan publik. Yekti paling menyukai bahwa tim penerima beasiswa dan pembicara memiliki wawasan luas tentang Indonesia. Para pembicara dan peserta adalah praktisi sehingga diskusi menjadi seimbang dan memperkaya pengetahuan. Herlina, peserta BAGUS dari Universitas Monash, menyampaikan sentimen serupa.
Herlina, mahasiswa di Universitas Monash, menyatakan bahwa Program BAGUS adalah strategi pengayaan penghargaan yang sangat baik dan melebihi harapannya dalam memperkenalkan berbagai kebijakan dan praktik pemerintahan Australia. Ia menghargai keberagaman pembicara ahli, kesempatan makan malam untuk membangun jaringan serta pemimpin program yang memahami sistem pemerintahan Australia dan Indonesia. Menurutnya pengalaman ini luar biasa dan ia merasa beruntung menjadi bagian dari program; ia berharap program ini berlanjut dan melahirkan banyak alumni BAGUS untuk memperkuat hubungan Australia-Indonesia. Kursus BAGUS selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada September 2016. Informasi mengenai kursus tersebut beserta undangan untuk mengajukan aplikasi akan disebarkan kepada seluruh penerima beasiswa Indonesian Australia Awards yang telah menempuh minimal satu tahun studi di Australia pada semester dua tahun ini.