Putri Presiden terpilih Joko Widodo menyoroti ujian rutin CPNS setelah menolak keistimewaan keluarga elite. Ia menolak perlakuan istimewa dan membuat tes CPNS jadi perhatian nasional. Langkahnya menentang kebiasaan keluarga berpengaruh mendapat perhatian media luas. Putri presiden memilih kesetaraan dalam ujian ketimbang hak istimewa keluarga. Pada Kamis, Kahiyang Ayu hadir hanya untuk mengikuti ujian CPNS di Kota Solo. Ia mengerjakan soal bersama lebih dari enam ribu peserta lainnya. Kehadirannya terbatas pada pelaksanaan tes, tanpa kegiatan lain di lokasi. Peserta dari berbagai daerah dan profesi mengikuti tes tersebut. Kahiyang fokus mengerjakan soal tanpa mendapat perlakuan khusus. Keputusan itu memicu kehebohan di seluruh Indonesia. Korupsi dan nepotisme telah lama menjadi masalah di negara ini. Akibatnya, anak-anak keluarga elit sering mendapat perlakuan istimewa. Publik menyoroti ketidakadilan dalam akses ke posisi publik.
Kejadian ini muncul dalam waktu kurang dari tujuh hari sejak ayahnya mulai menjabat, menyusul kampanye menekankan perang terhadap korupsi. Minggu ini Presiden Jokowi melakukan tindakan yang belum pernah presiden lakukan sebelumnya dengan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa calon menteri. Dengan busana hitam putih yang sama seperti peserta lain dan pengawalan tim keamanan, Kahiyang Ayu menyampaikan kepada wartawan setelah ujian bahwa keinginannya hanyalah sukses seperti orang lain.
Tanpa Perlakuan Istimewa
“Dengan mengikuti tes ini, saya berharap—bergantung pada hasilnya—kita bisa lulus dan diangkat menjadi pegawai negeri sipil,” ujar Kahiyang. Lilis Jannatun, peserta yang duduk bersebelahan dengan putri presiden saat ujian, menyatakan terkejut karena anak Jokowi tidak mendapat perlakuan istimewa. “Dia duduk di dekat tangga, hanya dua kursi dari tempat saya; saya tidak melihat petugas keamanan di sisinya, dan dia mengerjakan ujian tanpa perlakuan istimewa,” kata Lilis.
Hari Prihatno dari Badan Kepegawaian Daerah mengatakan kepada wartawan bahwa perlakuan dan fasilitas bagi seluruh peserta, termasuk putri presiden, diberikan secara setara. Ia menambahkan peserta wajib mengenakan pakaian hitam-putih, membawa kartu ujian dan identitas, serta duduk di kursi biasa tanpa bantalan. Sebanyak 6.200 pelamar mengikuti tes untuk memperebutkan 65 posisi kerja di Solo.