Pada Kamis, pemerintah menegaskan kepala negara AS memimpin dewan perdamaian sementara yang tidak memungut biaya keanggotaan, sementara laporan menyebut negara harus membayar US$1 miliar untuk keanggotaan permanen di klub global itu.
Indonesia secara resmi menjadi anggota dewan perdamaian yang memusatkan perhatian pada upaya rekonstruksi Gaza. Terlepas dari dasar pertimbangan pemerintah untuk bergabung dengan kelompok yang juga memasukkan Israel, timbul pertanyaan mengenai persetujuan pembayaran $1 miliar. Laporan media yang mengutip draf piagam pendirian menyatakan dewan tersebut mengharuskan kontribusi tunai sebesar $1 miliar bagi negara yang menghendaki keanggotaan lebih dari tiga tahun. Dokumen kebijakan menyebut pihak dewan akan menyalurkan dana ini untuk rekonstruksi Gaza.
Juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebut Dewan Perdamaian sebagai mekanisme sementara dan pemerintahan transisi. Pernyataan ini menyiratkan pemerintah tidak berniat bertahan di kelompok tersebut secara permanen.
“Hingga kini belum ada pembahasan soal pembayaran. Keanggotaan tidak mensyaratkan biaya, khususnya bila bukan keanggotaan permanen,” ujar Nabyl dalam konferensi pers, menjawab pertanyaan tentang pembelian saham senilai $1 miliar.
Nabyl menyatakan, pemerintah bertujuan menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza. Ia juga menegaskan pemerintah memandang dewan ini sebagai mekanisme sementara yang dirancang untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil.
Ia menambahkan bahwa keanggotaan Indonesia dimaksudkan untuk mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang diadopsi tahun lalu. Resolusi ini menyatakan Dewan menyambut pembentukan dewan tersebut, yang bukan hanya menetapkan kerangka kerja, tetapi juga mengoordinasikan pendanaan rekonstruksi Gaza.
Masih di hari yang sama, kepala negara AS saat itu merilis daftar anggota dewan perdamaian di Davos. Beberapa pemimpin, seperti presiden Indonesia dan Argentina serta perdana menteri Pakistan, mendampinginya di panggung.
“Saya berteman dengan mereka semua, dan saya menyukai masing-masing dari kelompok ini,” katanya.