Serikat buruh melanjutkan demonstrasi hari ini untuk menentang penetapan upah minimum 2015 di setiap provinsi. Sebelumnya, pada 10 Desember 2014, sekitar satu juta anggota tiga konfederasi serikat pekerja menggelar aksi mogok nasional. Mereka melakukan aksi itu sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar oleh Presiden Joko Widodo. Sebanyak 50.000 peserta turun ke jalan dan bergerak menuju Istana Presiden untuk menyampaikan tuntutan kenaikan upah.
Serikat pekerja menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar karena menilai langkah tersebut memangkas hingga 50 persen daya beli pekerja. Mereka juga mendesak para gubernur menaikkan upah minimum menjadi Rp3 juta. Selain itu, serikat buruh meminta pemerintah memperluas komponen kebutuhan hidup layak dari 60 menjadi 84 item agar penetapan upah lebih sesuai dengan kondisi riil pekerja.
Di sisi lain, pemerintah berencana memberlakukan reformasi sistem pensiun pada 1 Juli 2015, meskipun kekhawatiran terkait pelaksanaannya terus berkembang. Presiden KSPI, Said Iqbal, menyatakan bahwa undang-undang terkait sebenarnya telah tersedia, tetapi pelaksanaannya masih menunggu regulasi pemerintah. Menurut Said Iqbal, penerbitan aturan pelaksana secepatnya akan memungkinkan 44 juta pekerja memperoleh manfaat dari sistem pensiun tersebut. Sementara itu, program asuransi kesehatan yang seharusnya berlaku sejak Januari 2014 juga belum berjalan optimal karena lebih dari 10 juta orang masih belum terdaftar.
Selain masalah upah, pensiun, dan jaminan kesehatan, serikat pekerja juga menuntut penghentian praktik outsourcing yang semakin meluas. Said Iqbal menyatakan bahwa sekitar 16 juta pekerja agensi seharusnya dapat dialihkan menjadi pekerja langsung apabila pemerintah menjalankan hukum secara konsisten. Pada 11 Desember 2014, konfederasi serikat pekerja mengadakan pertemuan dengan DPR untuk menyampaikan lima tuntutan utama. Juru bicara Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Rusli, mengatakan bahwa mereka menunggu respons pemerintah terhadap tuntutan tersebut, dan jika tidak ada tanggapan, mogok nasional akan menjadi langkah lanjutan.