KTT OKI: 56 Pemimpin Dunia Hadir, Tantangan Besar Menanti

KTT Luar Biasa OKI

Sekretaris Kabinet mengumumkan bahwa KTT Luar Biasa OKI ke-5 akan berlangsung pada 6–7 Maret 2016. Acara ini menghadirkan sekitar 56 pemimpin negara dan kepala pemerintahan setelah rapat terbatas terkait KTT OKI.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan rangkaian KTT mencakup Pertemuan Pejabat Senior (SOM), lalu Pertemuan Tingkat Menteri pada 6 Maret, dan KTT pada 7 Maret.

Retno menjelaskan bahwa terdapat sejumlah alasan yang mendasari pentingnya KTT ini bagi Indonesia, OKI maupun dunia.

Menteri Retno menyatakan bahwa, pertama, kondisi di Al Quds masih belum mengalami perbaikan. Kedua, proses negosiasi dalam kerangka kuartet telah terhenti sejak Mei 2015. Dinamika situasi global saat ini menciptakan berbagai distraksi yang berpotensi mengesampingkan isu Palestina.

Penyelenggaraan KTT ini memiliki arti penting. Indonesia menjadi tuan rumah atas permintaan Palestina dan Sekretaris Jenderal OKI. Menlu menegaskan bahwa bagi Indonesia, hal ini merupakan wujud komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas dunia sekaligus penerapan amanat konstitusi. Ia menambahkan bahwa KTT ini memperkuat dukungan internasional agar OKI dapat menyelesaikan persoalan Palestina.

Terobosan Strategis

Menteri Luar Negeri Retno menambahkan alasan kedua, yakni mendorong terobosan strategis dalam proses perdamaian di Timur Tengah maupun ASEAN terkait isu Palestina. Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan presiden, yaitu konsisten menyuarakan pesan perdamaian di Timur Tengah serta menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

KTT tersebut menghasilkan pernyataan dukungan politik yang berorientasi pada aksi nyata. Menteri Luar Negeri menambahkan bahwa Indonesia, Palestina, dan Sekretaris Jenderal OKI akan menggelar pertemuan awal sejak 9 Februari untuk membahas pelaksanaan KTT.

Mensesneg menegaskan bahwa Indonesia menunjukkan dirinya sebagai negara yang menjunjung perdamaian dan mampu menyelenggarakan KTT dengan sukses.

Untuk rangkaian KTT, Menteri Agama menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung dengan dukungan Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Pariwisata serta Badan Ekonomi Kreatif. Menteri Luar Negeri memimpin persiapan utama, sedangkan Menteri Agama bersama tiga kementerian/lembaga mengatur kegiatan sampingan KTT.

Dalam penutupan jumpa pers, Seskab menegaskan bahwa meskipun 6 Maret jatuh pada hari Minggu, Indonesia tetap akan menyelenggarakan car free day seperti biasa sebagai pesan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung perdamaian.

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *