Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Rt Hon Phillip Hammond MP, Indonesia dan Inggris menekankan pentingnya hubungan erat. Mereka mengatakan kedua negara harus bekerja sama di bidang keamanan, perdagangan, dan kebijakan luar negeri.
Pada pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Hammond membahas pencapaian ekonomi Indonesia yang mengesankan. Mereka juga membahas peluang memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Inggris. Keduanya juga berdiskusi mengenai isu-isu penting seperti keamanan, penanggulangan terorisme dan transparansi dalam pemerintahan.
Hammond mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Ia menegaskan komitmen Inggris memperkuat hubungan bilateral. Mereka berdiskusi isu global yang berkembang dan peluang kerja sama perdagangan tahun 2015. Ia juga bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno, untuk membahas topik-topik strategis lainnya.
Usai berdialog dengan Retno, Hammond mengatakan kepada media bahwa Inggris sangat menghargai hubungan bilateral. Ia menilai hubungan itu, bersama India dan China, memiliki potensi besar sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Asia. Ia menegaskan komitmen Inggris untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dan menyeluruh di masa depan.
Hammond dan Retno membahas bahaya ISIS, dan Hammond mengatakan kepada media bahwa Indonesia dan Inggris sepakat mengenai ancaman itu. Keduanya juga saling bertukar ide mengenai strategi untuk menghadapi dan menanggulangi ideologi ISIS.
Hammond menyampaikan kepada para wartawan bahwa merasa terkejut atas pembunuhan keji terhadap pilot Yordania, Letnan Moaz al-Kassasbeh. Ia menegaskan bahwa aksi terorisme yang brutal seperti ini justru memperkuat semangat dan komitmen negara-negara dalam koalisi untuk terus melawan ISIS.
Hukuman Mati
Hammond turut menyampaikan sikap Inggris yang menolak penerapan hukuman mati. Ia menegaskan bahwa meskipun Inggris mendukung upaya pemberantasan kejahatan internasional, termasuk perdagangan narkotika, negara tersebut tetap menentang hukuman mati dalam kondisi apa pun. Menurutnya, hukuman tersebut dianggap merendahkan nilai kemanusiaan, tidak memiliki bukti kuat sebagai bentuk pencegahan yang efektif, dan berisiko menimbulkan kesalahan hukum yang tak dapat diperbaiki.
Kunjungan Hammond merupakan bagian dari rangkaian perjalanan diplomatik ke kawasan Asia-Pasifik, termasuk Australia, Selandia Baru dan Singapura. Kunjungan ini menjadi salah satu dari sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung antara Indonesia dan Inggris dalam dua tahun terakhir, mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral dan meningkatnya perhatian kedua pemerintah terhadap kerja sama strategis.
Perusahaan Inggris
Semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris tercermin dalam kinerja perusahaan-perusahaan Inggris di tanah air. Prudential, misalnya, telah menandai dua dekade kehadirannya di Indonesia. BP dan sejumlah merek asal Inggris lainnya juga dikenal sebagai investor yang telah lama berkiprah. Lion Air memilih Rolls-Royce untuk menyuplai mesin Trent 700 senilai $140 juta bagi tiga unit Airbus A330. Sementara itu, Premier Inn mengumumkan rencana ekspansi dengan membuka 14 hotel mulai tahun 2015. Di sektor transportasi udara, NATS—penyedia layanan navigasi udara asal Inggris—akan bermitra dengan otoritas bandara untuk meningkatkan kapasitas operasional Bandara Internasional. Semua inisiatif ini menunjukkan kontribusi nyata keahlian Inggris dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Salah satu bentuk kerja sama paling berhasil antara Inggris dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah kolaborasi di sektor industri kreatif. Pada tahun 2015, pemerintah Indonesia bersama British Council berencana mendukung tur selama dua bulan ke Inggris yang akan menampilkan enam kelompok seni pertunjukan ternama. Inggris juga berperan dalam pengembangan kemampuan bisnis bagi 20 desainer muda Indonesia. Dari empat di antaranya, ada yang tampil di ajang Paris Fashion Week, satu label baru bernama Major Minor berhasil mendapatkan kontrak dengan House of Fraser, dan seorang desainer lainnya dipercaya untuk merancang kostum dalam film Hollywood terbaru, Hunger Games.