Laporan terbaru dari lembaga pemikir Inggris Overseas Development Institute (ODI) menyoroti subsidi domestik besar. Subsidi itu jauh melampaui dukungan internasional untuk upaya pelestarian hutan di Indonesia dan Brasil.
Negara-negara menerima sekitar $1 miliar per tahun dari skema REDD+ untuk mengurangi deforestasi. Namun subsidi tahunan untuk empat komoditas utama penyebab hilangnya hutan mencapai $41 miliar. Komoditas itu adalah minyak sawit dan kayu di Indonesia; kedelai dan daging sapi di Brasil.
Laporan berjudul “Subsidi untuk Komoditas Utama yang Mendorong Hilangnya Hutan” menyatakan subsidi itu berpengaruh besar. Dampaknya terhadap investasi swasta yang mendorong deforestasi jauh melebihi dana REDD+ saat ini.
Para peneliti menyadari subsidi beragam bentuk dan sulit mereka hitung secara tepat, sehingga mereka melakukan kajian. Mereka menelaah subsidi yang langsung terkait komoditas tertentu. Mereka juga menelaah subsidi umum di sektor pertanian, biofuel, dan pembangunan nasional.
Besarnya nilai subsidi tidak selalu sebanding dengan dampaknya terhadap deforestasi. Dalam kasus minyak sawit, subsidi paling berpengaruh mendorong konsumsi dalam negeri. Subsidi itu terutama mendukung sektor biofuel, pengguna utama minyak sawit.
Kebijakan itu mencakup kewajiban pencampuran bahan bakar dalam negeri. Termasuk insentif untuk produksi biofuel seperti pembebasan pajak atas penjualan bahan bakar transportasi berbasis biofuel. Selain itu, pemerintah menanggung kerugian finansial akibat penjualan biofuel oleh Pertamina. Pertamina menjual biofuel dengan harga lebih rendah dari biaya produksinya.
Peningkatan Signifikan
Para analis menilai pembebasan pajak dan pinjaman bersyarat ringan mendorong peningkatan investasi signifikan di sektor produksi minyak sawit.
Pemerintah memberikan subsidi pupuk sebesar $1,8 miliar per tahun, tetapi para analis menilai dampaknya terhadap produksi minyak sawit terbatas. Mereka mengatakan subsidi itu mencakup berbagai komoditas selain minyak sawit dan kontribusinya relatif kecil terhadap total biaya produksi minyak sawit.
Pemerintah mengarahkan subsidi untuk sektor kayu agar meningkatkan akses terhadap lahan dan mendukung produksi. Kebijakan itu bertujuan mendorong pengembangan hutan tanaman industri (HTI) sebagai pengganti izin penebangan skala kecil yang sebelumnya pemerintah berikan secara masif tanpa kepastian perlindungan dan konservasi hutan.
Secara keseluruhan, pemerintah mengarahkan subsidi bukan untuk meningkatkan akses lahan seperti pemerintah harapkan, melainkan untuk mendorong permintaan dan menekan biaya produksi.
Sektor daging sapi dan kedelai di Brasil memperoleh manfaat dari kebijakan subsidi yang ditujukan untuk sektor pertanian secara umum, dengan bentuk utama berupa pinjaman bersyarat ringan.
Ke depan, para peneliti menyarankan agar dana REDD+ difokuskan untuk mendukung proses identifikasi, penghitungan dan perancangan reformasi subsidi—dengan tujuan mengalihkan insentif serta investasi yang sebelumnya mendorong deforestasi agar sejalan dengan mekanisme REDD+. Mereka juga mengusulkan agar pelaksanaan REDD+ dikaitkan secara langsung dengan upaya reformasi subsidi.