Pertukaran Taktik Militer: Kolaborasi atau Ketergantungan?

Garda Nasional Angkatan Darat

Enam personel Garda Nasional Angkatan Darat Hawaii mengunjungi Bandung untuk mengikuti Pertukaran Pakar Bintara ke-7 dalam Program Kemitraan Negara Bagian Hawaii, yang berlangsung pada 22–26 Februari.

Program pertukaran bintara ini bertujuan agar personel militer Hawaii dan bintara saling mempelajari taktik, prosedur serta budaya militer masing-masing, sekaligus membangun persahabatan yang langgeng.

Sersan Mayor Ronald Oshiba, penasihat senior bintara operasi HIARNG, mengatakan bahwa kesempatan ini memungkinkan kami membangun interoperabilitas dan kapasitas untuk mendukung rencana kerja sama keamanan Komando Pasifik Amerika Serikat.

Sebanyak 31 prajurit Indonesia dibagi menjadi empat regu, masing-masing didampingi mentor HIARNG untuk belajar melalui kelas dan praktik langsung. Mereka membahas topik seperti kepemimpinan, struktur pangkat, evaluasi korban, membaca peta, serta perkembangan peran wanita di militer AS.

Sersan Dua Dara Indah, bintara perempuan Indonesia pertama yang mengikuti kursus ini, mengatakan bahwa kelas tentang perempuan di militer sangat menarik dan menyenangkan. Ia merasa termotivasi dan terinspirasi untuk memberikan yang terbaik, serta semakin bangga menjadi seorang perempuan di Angkatan Darat.

Mentor TNI memberikan materi tentang struktur pangkat dasar dan 11 prinsip kepemimpinan.

Sersan Kelas Satu Christian Stazskow, mentor SMEE, mengatakan bahwa mereka sangat diuntungkan karena belajar cara operasi tentara Indonesia sambil bertukar pengalaman dan budaya. Ia menambahkan bahwa secara budaya mereka sangat mirip, dan bagian tersulit dari latihan ini adalah perpisahan, karena setelah seminggu berlatih bersama mereka membangun persahabatan seumur hidup.

Sersan Kepala Hardi Kurmiwan menyatakan bahwa mereka memiliki kemitraan yang luar biasa.

Hardi mengatakan bahwa mereka belajar dari tentara AS, dan tentara AS juga belajar darinya, sambil berlatih bersama.

Setiap pagi sebelum latihan, setiap regu menyanyikan moto motivasi dengan lantang dalam bentuk nyanyian berirama.

Hardi menjelaskan bahwa para pemimpin regu selalu mendorong mereka untuk meneriakkan moto agar semua bersemangat saat memasuki kelas. Ia menambahkan, ketika mereka berteriak dan bertepuk tangan, anggota yang kurang bersemangat bisa melupakan masalahnya.

Memotivasi Prajurit

Stazskow berencana menerapkan teknik ini di unitnya untuk memotivasi para prajurit.

Stazskow mengatakan bahwa hal terbaik yang bisa ia bawa pulang untuk prajuritnya adalah semangat bintara Indonesia. Ia menilai mereka memiliki semangat luar biasa, datang dengan sikap positif, dan terlibat sepenuhnya selama pelatihan.

Setelah mengikuti pembelajaran di kelas, para prajurit langsung menerapkan materi yang mereka pelajari melalui latihan patroli infanteri di lapangan.

Sersan Mayor Tommy Effendi mengatakan bahwa latihan ini merupakan pengalaman baru bagi sebagian peserta. Ia belajar bahwa tentara AS sangat menghargai kehidupan, menjadikan keselamatan prajurit sebagai prioritas. Jika ada prajurit terluka, mereka segera membawanya ke tempat aman, mengobati lukanya, dan tidak pernah meninggalkannya. Menurutnya, militer AS benar-benar menjunjung tinggi kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Tommy berharap program pertukaran bintara ini terus berlanjut, tidak hanya tahun depan tetapi juga di masa mendatang.

Sersan Mayor Ronald Oshiba menyatakan bahwa mereka ingin melanjutkan dan meningkatkan kemitraan karena merasa para bintara telah belajar sebanyak yang mereka bagikan. Ia menambahkan bahwa mereka akan kembali ke AS sebagai bintara yang lebih baik.

Visited 4 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *