Pengamat: Kekalahan Donald Trump Berpotensi Merugikan

Pertemuan Setya Novanto dan Fadli Zon dengan Donald Trump menimbulkan dampak politik negatif. Hal ini memunculkan persepsi publik bahwa Indonesia ikut campur dalam politik negara lain.

Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak memihak pada satu pihak. Analis politik Undip, Teguh Yowono, menyatakan pada Minggu bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan. Ia menilai Indonesia bisa semakin terpuruk jika Trump kalah karena telah mengintervensi bisnis politik Amerika Serikat.

Para pemimpin DPR seharusnya bertemu Trump di hadapan para pendukungnya. Mereka bisa mengatur pertemuan secara formal. Ia mempertanyakan tujuan DPR Indonesia ketika menunjukkan kepada publik bahwa mereka mendukung Trump.

Sebelumnya, Fadli Zon menyebut Trump sebagai pengusaha sukses yang menanamkan investasi di Indonesia. Akan tetapi, Teguh menegaskan bahwa parlemen tidak memiliki kewenangan dalam urusan investasi asing.

“Hal tersebut seharusnya menjadi kewenangan presiden. Parlemen hanya bertugas menyusun undang-undang,” ujarnya.

Visited 3 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *