Pejabat tinggi melaporkan penerapan moratorium atas konsesi kelapa sawit dan tambang baru di Ekosistem Leuser. Wilayah itu satu-satunya di dunia tempat gajah, badak, orangutan, dan harimau hidup bersama.
Selasa malam, Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar bersepakat. Moratorium mencakup peninjauan konsesi sawit dan tambang di Ekosistem Leuser, serta larangan membuka lahan hingga peninjauan selesai.
“Kami masih menyusun rincian moratorium; setelah tahap ini selesai, kami akan mengumumkan rincian tahap berikutnya,” ujar Menteri Siti. “Namun saya memastikan kami telah memberlakukan moratorium perluasan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan di Ekosistem Leuser.”
Moratorium itu berlakukan beberapa hari setelah Presiden Joko Widodo berjanji memberlakukan moratorium nasional untuk konsesi serupa di kawasan hutan. Jokowi menyatakan lahan yang tersedia sudah memadai untuk produksi kelapa sawit dan bahwa perbaikan praktik pengelolaan dapat menggandakan produksi di perkebunan yang ada.
Keputusan Aceh mengikuti arahan Jokowi penting karena pemerintah daerah tidak selalu menuruti pusat. Desentralisasi menyerahkan banyak kewenangan penggunaan lahan kepada pejabat lokal, sehingga Siti Nurbaya menyambut baik kerja sama Aceh.
Arahan Presiden
Menteri mengatakan langkah penting ini adalah pelaksanaan nyata dari arahan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan perluasan perkebunan sawit dan pertambangan. Ia menyampaikan apresiasi atas respons Wali Nanggroe dan Gubernur Aceh yang bersedia mengambil inisiatif menindaklanjuti arahan presiden.
Malik Mahmud Al Haytar menyebut kesepakatan ini sebagai berita menggembirakan bagi warga dan satwa liar Aceh.
Dia menyatakan dukungan penuh tanpa keraguan terhadap semua langkah perlindungan Ekosistem Leuser, termasuk moratorium ini. Ia menilai keputusan ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan satwa liar di Leuser.
Pemerintah mengumumkan moratorium kurang dari sebulan setelah kunjungan aktor Leonardo D’Caprio, yang meningkatkan perhatian terhadap ancaman pertambangan dan kelapa sawit di Ekosistem Leuser. Yayasan filantropinya menyumbang lebih dari $3 juta tahun lalu untuk proyek konservasi di Sumatra, dan DiCaprio menyerukan upaya global untuk menyelamatkan ekosistem ini, salah satu habitat terakhir hutan hujan dataran rendah di pulau tersebut.
Sejak 1980-an, Sumatra mengalami konversi hutan besar-besaran menjadi perkebunan sawit, kayu dan serat kayu. Industri tersebut juga mengeringkan lahan gambut secara luas, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hebat yang kini sering terjadi, termasuk krisis kabut asap tahun lalu yang menyebabkan ratusan ribu orang dirawat di rumah sakit dan melepaskan lebih dari satu miliar ton karbon ke atmosfer.