Deforestasi Tetap Mengancam Hutan Dunia, Walau Ada Google

Mongabay melaporkan United Cacao

Mongabay melaporkan United Cacao, emiten London berlabel berkelanjutan, diam-diam menebang >2.000 hektare hutan primer Amazon Peru. Meski perusahaan menyatakan bahwa area tersebut telah mengalami penebangan sebelumnya, bukti citra satelit menunjukkan kondisi yang bertentangan dengan klaim tersebut.

Citra satelit itu berasal dari Global Forest Watch, platform daring informasi hutan terkini dan tepercaya. Platform ini menawarkan pemantauan perubahan tutupan hutan dari waktu ke waktu.

WRI memperkenalkan platform setahun lalu yang membuka akses transparansi luar biasa atas isu deforestasi. Melalui pemanfaatan big data, cloud computing dan crowdsourcing, platform ini menunjukkan potensi teknologi dalam menangani berbagai tantangan keberlanjutan yang kompleks.

Sebelum kehadiran Global Forest Watch, data yang relevan mengenai dinamika hutan sangat terbatas. Nigel Sizer, Direktur Global Program Kehutanan WRI, menyatakan informasi kondisi hutan di banyak wilayah sangat minim. Saat laporan terbit, data dasar seperti tutupan hutan dan konsesi sering kali sudah tidak aktual.

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan signifikan. Biaya penyimpanan rendah, cloud computing mutakhir, internet terpencil, dan akses gratis citra satelit AS melahirkan Global Forest Watch. Fasilitas seperti ini belum umum tersedia bahkan sepuluh tahun lalu.

Pemerintah dan LSM menggandeng perusahaan seperti Unilever, APP, dan Wilmar untuk menggunakan Global Forest Watch memantau hutan.

Alexandra Experton, pemimpin keberlanjutan rantai pasok Cargill di Singapura, menyatakan Global Forest Watch mengubah pemantauan dan komunikasi dengan pemasok. Cargill sendiri menargetkan penggunaan minyak sawit berkelanjutan secara penuh dalam beberapa tahun mendatang.

Glenn Hurowitz, Ketua Forest Heroes, menyebut Global Forest Watch alat utama memantau deforestasi, terutama dengan dukungan data lapangan komunitas lokal.

Inisiatif Besar

Global Forest Watch merupakan inisiatif besar yang menggalang kolaborasi luas antara LSM, sektor swasta dan pemerintah. Lebih dari 60 organisasi bermitra dengan WRI. Mitra utama termasuk Google untuk dukungan teknologi, ESRI sebagai perusahaan pemetaan, dan Departemen Geografi University of Maryland menaungi Matt Hansen. Mitra lainnya mencakup Imazon dari Brasil, Center for Global Development di AS, dan Program Lingkungan PBB. Proyek bernilai jutaan dolar ini memperoleh pendanaan dari pemerintah Norwegia, Amerika Serikat dan Inggris.

Menurut Rebecca Moore, Manajer Teknik Google Earth Engine, Google berkontribusi melalui penyediaan kapasitas komputasi, penyimpanan data dan pengembangan perangkat lunak. Tim insinyur Google, dipimpin Matt Hansen dari University of Maryland, menciptakan peta hutan global beresolusi tinggi pertama. Publikasinya terbit di Science pada 2013 dan kini menjadi komponen penting Global Forest Watch.

Global Forest Watch rutin memperbarui data dan citra satelit: harian untuk peringatan kebakaran, beberapa minggu untuk peringatan lain. Sistem ini memantau perubahan tutupan pohon global beresolusi 30 meter, serta menyediakan citra beresolusi lebih tinggi di lokasi prioritas.

Sejak diluncurkan, berbagai pihak—termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi nirlaba dan individu—telah berkontribusi dengan informasi yang bernilai. Contohnya, pemerintah Indonesia dan sejumlah negara di Afrika Tengah telah menyampaikan data terkait kepemilikan lahan serta regulasi pemanfaatan hutan. Platform ini juga mendukung partisipasi publik melalui fitur unggah dan berbagi informasi. Baru-baru ini, LSM lokal memakai fitur untuk melaporkan ancaman habitat karibu di Kanada serta penebangan hutan demi batubara di Kamboja.

Platform ini terus diperbarui dengan fitur-fitur baru. Tim pengembang tengah merancang aplikasi bertema khusus, salah satunya Global Forest Watch Commodities yang menyajikan informasi mengenai lokasi produksi dan pengolahan komoditas. Selain itu, tersedia sistem peringatan untuk kehilangan tutupan pohon secara tahunan dan bulanan, serta deteksi kebakaran hutan dan lahan gambut yang masih berlangsung.

Menelusuri Dinamika

Menurut Sizer, fitur ini memberikan kemampuan untuk menelusuri dinamika di bagian akhir rantai pasokan. Saat ini, perhatian utama tertuju pada komoditas minyak sawit, sejalan dengan prioritas industri yang paling mendesak.

WRI bersama para mitranya terus berupaya meningkatkan kualitas citra dan ketepatan waktu penyajiannya, serta menyediakan peringatan dini agar para pelindung hutan dapat merespons ancaman secara cepat dan efektif. Moore dari Google menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan aspek aktualitas data, ketelitian, tingkat resolusi dan aksesibilitas informasi bagi publik.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pengguna terhadap kemajuan platform ini. Cargill menyatakan dukungannya terhadap integrasi indikator sosial guna melengkapi informasi lingkungan yang tersedia. Sementara itu, Gemma Tillack—juru kampanye kehutanan dari Rainforest Action Network—yang memanfaatkan Global Forest Watch untuk menelusuri pelaku perusakan hutan di Sumatra, mendorong agar seluruh perusahaan besar kelapa sawit membuka data kepemilikan lahan dan fasilitas pengolahannya, serta menerapkan kewajiban serupa kepada para pemasoknya.

Di sisi lain, teknologi yang mendasari Global Forest Watch memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai isu keberlanjutan lainnya. Sejumlah organisasi non-pemerintah di Republik Demokratik Kongo telah memanfaatkan citra satelit dan analisis prediktif guna membantu petugas taman nasional dalam menghentikan perburuan gajah untuk diambil gadingnya—kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya di Taman Nasional Garamba. Teknologi serupa juga dapat digunakan untuk memantau aktivitas penangkapan ikan ilegal di laut, atau mengembangkan peta dan basis data pabrik global yang memungkinkan pekerja menyampaikan informasi terkait kondisi kerjanya.

Informasi memiliki peran strategis yang sangat penting. Proyek pemetaan ini berpotensi membantu organisasi masyarakat sipil dalam mengoptimalkan pemanfaatan data guna mendukung upaya pelestarian lingkungan secara lebih efektif.

Visited 3 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *