Pemerintah Indonesia dan Mesir sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam upaya pemberantasan terorisme, khususnya yang berkembang melalui jaringan internet.
“Kami juga akan membahas perkembangan demokrasi, peran Islam sebagai rahmat bagi seluruh umat serta isu radikalisme dan terorisme,” ujar Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi di Istana Merdeka, hari Jumat malam.
Presiden menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua negara akan terus diperluas di berbagai sektor.
Presiden Abdel Fattah Al-Sisi menyatakan bahwa Indonesia dan Mesir akan menghadapi tantangan radikalisme dan terorisme secara bersama melalui kerja sama yang erat.
Kedua negara sepakat bahwa terorisme merupakan ancaman bersama, dan kolaborasi di bidang keamanan diperlukan untuk menanggulanginya secara efektif.
Kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kapasitas masing-masing dalam menghadapi ancaman terorisme, termasuk yang berkembang melalui jaringan digital yang memanfaatkan internet sebagai sarana pergerakan.
Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Presiden Al-Sisi di Istana Negara pada pukul 16.20 WIB.
Presiden Al-Sisi menerima sambutan kenegaraan yang ditandai dengan penghormatan tembakan meriam sebanyak 21 kali.