Diskusi IPCC ke-5 Soroti Ketertinggalan Hadapi Krisis Iklim

temuan bukti perubahan iklim

Para ilmuwan terkemuka dunia terus menemukan temuan baru yang memperkuat bukti perubahan iklim. Mereka menunjukkan bahwa perubahan iklim sedang berlangsung. Mereka juga membuktikan bahwa lajunya lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.

Telah terkonfirmasi bahwa sejak tahun 1880, suhu rata-rata permukaan bumi mengalami kenaikan mendekati 0,85 derajat Celsius. Periode tahun 2001 hingga 2010 tercatat sebagai dekade dengan suhu tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, permukaan laut meningkat secara signifikan sebesar 19 cm antara tahun 1901 hingga 2010. Kenaikan ini mencerminkan pemanasan laut secara keseluruhan. Samudra menyerap lebih dari 90% panas berlebih yang terjebak oleh gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, dan gas berbasis fluorin. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memasukkan semua temuan penting ini dalam Fifth Assessment Report. Para ahli mempresentasikan dan membahas laporan tersebut di Yogyakarta pada Senin, 10 November 2014.

Para ilmuwan terus menunjukkan bukti ilmiah yang menegaskan bahwa aktivitas manusia menyebabkan kenaikan suhu global sejak tahun 1950. Konsentrasi CO2 di atmosfer kini melonjak sekitar 40% dari tingkat pada era revolusi industri. Perubahan ini menciptakan babak baru yang mengubah makna revolusi industri itu sendiri.

Perubahan iklim telah mulai memberikan dampak nyata di kawasan Asia. Pergeseran pola hujan memengaruhi sistem air tawar, yang pada gilirannya berdampak pada ketersediaan dan kualitas air di berbagai wilayah, khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pemanasan suhu telah tercatat meluas di sebagian besar Asia sepanjang abad ke-20 hingga dekade 2000-an. Saat ini, masyarakat semakin merasakan ancaman iklim yang mengganggu kehidupan, ketahanan pangan, kesehatan, dan kesejahteraan di banyak kawasan Asia. Jurnal Nature tahun 2013 melaporkan bukti dampak tersebut dengan mencatat bahwa Filipina mengalami tiga badai dalam kurun 12 bulan. Salah satunya, Topan Hainan, yang mencapai kecepatan angin lebih dari 310 km/jam, menjadi siklon tropis paling dahsyat yang pernah melanda daratan menurut catatan sejarah.

Suhu Global

Pemerintah di berbagai negara sepakat menahan laju kenaikan suhu global agar tidak melebihi 2ºC. Jika ambang ini terlampaui, dampak merusak sektor pertanian, ekosistem terumbu karang, dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Krisis air bersih dan merebaknya penyakit muncul sebagai tantangan serius di tingkat regional maupun global. Perpindahan penduduk dan konflik atas sumber daya alam hampir pasti terjadi. IPCC memperkenalkan konsep “anggaran karbon” sebagai batas jumlah emisi gas rumah kaca yang manusia masih bisa lepaskan sambil menjaga peluang tetap berada di bawah ambang 2ºC. IPCC mencatat bahwa hingga kini manusia telah menggunakan sekitar 65% dari total anggaran karbon tersebut.

Bayangkan bagaimana kondisi dunia jika suhu rata-rata global meningkat sebesar 4°C. Jendela waktu untuk menahan laju pemanasan global di bawah 2°C—atau bahkan 3°C—semakin menyempit. Para ahli menilai kemungkinan tercapainya kenaikan 4°C pada tahun 2100 semakin nyata. Kondisi itu terjadi jika manusia tidak segera mengambil langkah drastis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca saat ini.

Menurut Dr. R. K. Pachauri, Ketua IPCC, saat ini manusia telah memiliki beragam opsi untuk mengendalikan perubahan iklim. Solusi-solusi tersebut memungkinkan terciptanya pembangunan yang berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun bagi kesejahteraan umat manusia. Yang terpenting sekarang, manusia menunjukkan niat untuk melakukan perubahan. Niat itu tumbuh seiring meningkatnya pemahaman dan kesadaran terhadap sains di balik perubahan iklim.

Dalam upaya memperkuat perekonomian dan memenuhi kebutuhan pembangunan, negara-negara di Asia memiliki berbagai kesempatan untuk mengadopsi teknologi dan praktik ramah lingkungan yang hemat energi dan beremisi rendah. Langkah-langkah semacam ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan manusia serta peningkatan kualitas hidup. Contohnya, penerapan sistem transportasi publik yang ramah lingkungan dapat mendorong produktivitas dengan mengurangi kemacetan lalu lintas, sekaligus memperbaiki kualitas udara dan mendukung kesehatan masyarakat. Ini merupakan peluang strategis yang sangat berharga.

Efisiensi Biaya

Di sisi lain, kemajuan dalam efisiensi dan penurunan biaya teknologi energi terbarukan menjadi kunci bagi kawasan Asia. Semakin banyak teknologi yang telah teruji dan memiliki biaya terjangkau kini dapat diterapkan secara luas, yang pada akhirnya dapat memperluas akses energi bagi masyarakat yang masih belum terlayani.

Ali Tauqeer Sheikh, Direktur Regional Asia CDKN, menyampaikan optimisme bahwa laporan terbaru IPCC menegaskan realitas yang dihadapi jutaan penduduk Asia dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Ia menekankan perlunya aksi yang ambisius dan inspiratif agar pembangunan Asia sejalan dengan tujuan iklim. Di berbagai wilayah, pemerintah di semua level, komunitas dan rumah tangga telah mengambil peran penting dalam menghadapi tantangan ini. IPCC menggarisbawahi perlunya memperluas upaya ini ke seluruh sektor dan negara, agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke kelompok paling rentan.

Syamsidar Thamrin dari BAPPENAS menyampaikan pesan kepada para pembuat kebijakan dan masyarakat bahwa untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, Indonesia telah merumuskan RAN-GRK dan RAN-API. Kedua rencana ini sudah memberikan panduan yang sesuai dengan temuan Fifth Assessment IPCC. Namun, ia menekankan pentingnya percepatan dan optimalisasi pelaksanaannya, karena memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pencapaian target global dalam membatasi kenaikan suhu hingga 2°C.

Syamsidar menekankan bahwa perlu segera mempercepat langkah-langkah adaptasi terhadap perubahan iklim. Ia juga menyarankan agar model iklim IPCC disesuaikan dalam skala yang lebih kecil guna mendapatkan wawasan yang lebih mendalam terkait prioritas dan arah pembangunan, termasuk dalam perencanaan tata ruang.

Visited 4 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *