Pada 2002 Wetlands International dan mitra lokal di Jambi, Sumsel, dan Kalteng menyoroti emisi GRK gambut tinggi. Dengan memblokir saluran drainase, mereka menghentikan emisi dan membasahi kembali lahan gambut. Pemerintah butuh lebih dari satu dekade meniru langkah itu, namun kini ada tanda perubahan. Presiden SBY meletakkan dasar perlindungan gambut lewat komitmen pengurangan emisi dan moratorium konsesi hutan. Namun langkah itu belum menghentikan emisi, penurunan muka tanah, dan kebakaran akibat pengeringan gambut untuk perkebunan. Belakangan Presiden Joko Widodo mengunjungi gambut Sungai Tohor, Riau, menanggapi petisi warga yang prihatin.
Para pelaku mengeringkan lahan gambut di sekitar Sungai Tohor. Mereka mengubahnya menjadi perkebunan monokultur. Akibatnya terjadi kebakaran, penurunan muka tanah, dan banjir. Konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat memperparah marginalisasi dan kemiskinan. Jokowi memberi harapan bagi warga dan menegaskan bahwa kita harus melindungi lahan gambut. Gambut menyimpan karbon, mengatur air, dan mencegah kebakaran. Dua belas tahun lalu pihak terkait memulai upaya serupa, dan Jokowi kini kembali memblokir kanal sebagai tindakan simbolis. Penutupan kanal akan membasahi kembali gambut, memungkinkan hutan alami pulih dan membuka peluang pengelolaan gambut berkelanjutan dengan tanaman asli. Pendekatan paludikultur dapat menghasilkan minyak nabati (kacang ilipe), lateks (jelut), dan pati (sagu). Jokowi mendorong masyarakat mengelola kebun sagu sebagai solusi terbaik karena lebih ramah lingkungan daripada pengelolaan perusahaan. Pendekatan ini juga menurunkan risiko kebakaran, memangkas emisi gas rumah kaca, menghentikan penurunan muka tanah, dan mencegah banjir.
Harapan Baru
Pernyataan dan tindakan presiden memberi harapan baru untuk menyelesaikan masalah pengelolaan lahan gambut di Indonesia. Presiden berjanji memperpanjang moratorium dan meninjau izin perusahaan yang menanam monokultur di gambut. Ia juga berjanji mengembalikan lahan itu agar masyarakat dapat mengelola, memanfaatkan, dan merehabilitasinya dengan spesies yang sesuai kondisi gambut. Jika pemerintah menindaklanjuti dan mengimplementasikan janji ini dengan benar, langkah itu akan menjadi terobosan besar bagi penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Pemerintah berharap perhatian terhadap perlindungan gambut menyebar ke provinsi lain dan menjadi contoh regional bagi negara-negara dengan lahan gambut yang dikeringkan seperti Malaysia. Sayangnya, pelaku usaha sawit masih belum konsisten memprioritaskan lingkungan dan keberlanjutan. Industri menilai peraturan tentang perlindungan lahan gambut dan pengurangan degradasi hutan kurang mendukung komoditas utama negara dan mengurangi minat investasi di sektor ini. Publik berharap presiden dapat mengubah pola pikir tersebut.
Wetlands International, yang berfokus pada pelestarian dan pemulihan lahan basah serta keanekaragaman hayatinya, menyambut komitmen pemerintah Indonesia dan siap memberikan dukungan teknis serta keahlian untuk mewujudkan komitmen tersebut menjadi tindakan nyata. Wetlands International mengajukan sejumlah rekomendasi konkret, antara lain:
- Perkebunan yang mengandalkan drainase di lahan gambut harus segera menerapkan praktik pengelolaan terbaik sementara, termasuk menaikkan muka air hingga 40 cm sesuai PP Gambut No. 71/2014, mengurangi penggunaan pupuk, meningkatkan penutupan tanah, dan mencegah kebakaran
- Selain itu, perkebunan harus dihentikan secara bertahap di lahan gambut setelah masa rotasi saat ini berakhir, sambil menciptakan peluang pembasahan kembali dan alternatif pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat setempat
- Diperlukan perencanaan tata guna lahan dan manajemen adaptif berskala besar yang menuntut kepemimpinan pemerintah pusat serta dukungan pemerintah daerah dan perusahaan, menggunakan pendekatan partisipatif untuk menjamin hak-hak masyarakat setempat
Langkah ini akan menciptakan lanskap gambut yang berkelanjutan, membuka peluang bagi pengembangan komunitas, bisnis ramah lingkungan dan perlindungan penyimpanan karbon sekaligus mencegah kebakaran dan banjir. Pertahankan kelembapan lahan gambut demi pertanian, kesejahteraan masyarakat dan stabilitas iklim.