Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila. Acara itu berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026. Panitia mengundang beberapa mantan presiden dan tokoh lainnya secara terbatas. Kementerian, instansi, dan pemerintah daerah juga akan menggelar upacara serupa. Rima Agristina, Wakil Kepala BPIP, menyatakan Presiden Prabowo akan menjabat sebagai inspektur upacara di Gedung Pancasila. Rima menegaskan, “Presiden akan menjalankan tugas sebagai inspektur upacara.” BPIP telah menyampaikan pedoman peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 kepada seluruh lembaga negara, kementerian, dan pemerintah daerah. Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 menyatakan upacara yang Presiden Prabowo hadiri mulai tepat pukul 10.00. Surat edaran menginstruksikan instansi lain, termasuk pemerintah daerah, melaksanakan upacara paling lambat pukul 08.00 sesuai zona waktu setempat.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” dengan logo Garuda Pancasila. BPIP meminta semua lembaga negara, kementerian, badan pemerintah, pemerintah daerah, dan perwakilan luar negeri merayakan momen ini. Pada upacara peringatan tingkat regional, inspektur upacara akan membacakan pidato Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang terlampir dalam Surat Edaran. Dalam pidatonya, Yudian menegaskan bahwa peringatan ini membuktikan nilai-nilai luhur Pancasila relevan untuk memelihara persatuan dan mendukung upaya mewujudkan perdamaian dunia berkelanjutan. Sekretaris Jenderal BPIP Tonny Agung Arifianto menyatakan bahwa panitia mengundang mantan presiden, tokoh negara, perwakilan agama, dan pejabat tinggi ke peringatan di Gedung Pancasila. Tonny menjelaskan bahwa panitia memilih Gedung Pancasila untuk memberi edukasi publik karena bangunan itu menjadi saksi sejarah yang tak terlupakan. Ia menambahkan bahwa mereka sebenarnya ingin melibatkan masyarakat dalam upacara, namun karena keterbatasan tempat, panitia hanya menyiapkan sekitar 405 undangan.
Siaran Langsung
Tonny memastikan masyarakat bisa menyaksikan upacara lewat siaran langsung di media sosial dan televisi nasional. Panitia juga menjadwalkan rangkaian kegiatan pada Minggu (31 Mei 2026), seperti bakti sosial, donor darah dan kegiatan lainnya. Ketua BPIP Yudian Wahyudi mengimbau masyarakat memaknai peringatan Hari Pancasila sebagai momen kebangkitan bersama. Yudian berharap masyarakat menghayati Pancasila sebagai ideologi hidup dan menerapkan nilainya sebagai ideologi kerja dalam pemerintahan. Ia mengimbau merayakan HUT Pancasila lewat media sosial dengan menyebarkan pesan persatuan serta menjaga toleransi, saling membantu, dan cinta tanah air. Ia mengingatkan agar nilai-nilai Pancasila tidak sekadar tulisan di dinding atau teks sejarah, melainkan terus hidup selama kita bangsa Indonesia. Secara terpisah, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyampaikan bahwa Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berencana hadir pada upacara di Gedung Pancasila. PDIP pimpinan Megawati juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan untuk menyambut acara tersebut.
Djarot mengatakan pada Sabtu (30 Mei 2026) bahwa, insya Allah, Megawati akan hadir jika diberi waktu dan kesempatan, dan ia meminta doa agar hal ini terwujud; ia menambahkan bahwa partai tetap akan menggelar perayaan HUT Pancasila di Sekolah Partai pada 1 Juni. Megawati, yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat BPIP dan putri proklamator Soekarno, kerap melakukan kunjungan ke luar negeri serta mengadvokasi nilai-nilai Pancasila melalui berbagai diskusi dan pertemuan. Sementara itu, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak akan hadir pada upacara di Gedung Pancasila; Herzaky Mahendra Putra, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, menyatakan SBY dijadwalkan menyampaikan materi pada acara Institut Yudhoyono di Bandung pada 1 Juni 2026. Herzaky menyatakan penyesalannya karena SBY tidak dapat hadir saat dihubungi pada Minggu (31 Mei 2026).