Kapal Induk Italia Berpotensi Jadi Beban bagi Indonesia

memulangkan kapal induk pertama

Rencana pemerintah memulangkan kapal induk pertama pada 2026 terlihat seperti adegan sinematik. Angkatan laut Eropa mempensiunkan kapal perang 180 meter itu sebelumnya, dan pihak berwenang di Asia Tenggara memodifikasi serta menghidupkannya kembali. Fungsinya menjadi landasan pacu terapung sekaligus pos komando.

Publik kini tak hanya menantikan kedatangan kapal ini. Mereka juga menilai rencana pemerintah mengenai frekuensi pelayaran dan jenis pesawat yang mereka angkut. Publik mempertanyakan kemampuan pembiayaan operasi platform kompleks ini dalam jangka panjang.

Kehadiran Giuseppe Garibaldi menempatkan Indonesia sejajar dengan beberapa negara Asia seperti China, India dan Thailand yang mengoperasikan kapal induk. Para pakar militer dan analis pertahanan maritim mengatakan dampak kapal ini terhadap keseimbangan kekuatan regional masih belum jelas. Mereka juga memperingatkan risiko kapal itu menjadi port queen, istilah angkatan laut untuk kapal megah yang jarang berlayar.

Antara melaporkan pada 13 Februari bahwa pemerintah Italia akan menghibahkan kapal induk ini kepada Indonesia. Angkatan Laut Italia mengoperasikan kapal itu sejak 1985 hingga 2024.

Kedua pemerintah masih merundingkan dan menyelesaikan proses administratif untuk kapal ini. Mereka memperkirakan kapal akan tiba sebelum 5 Oktober, bertepatan dengan Hari Jadi TNI.

Karena kapal induk adalah platform militer paling kompleks dan mencolok, para analis memperkirakan akuisisi ini akan dipandang sebagai tonggak penting. Para analis menganggap langkah itu meningkatkan status angkatan laut. Mereka menilai angkatan laut itu selama ini sebagai salah satu yang terkuat di dunia.

Laporan Direktori Kapal Perang Militer Modern Dunia 2023 menempatkan Indonesia di peringkat keempat dari 36 negara. Indonesia berada di belakang AS, China, dan Rusia, melampaui banyak negara besar lainnya. Peringkat ini armada dukung dengan lebih dari 200 kapal aktif yang modern dan pemerintah dukung secara lokal.

Pertama Asia Tenggara

Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal induk setelah membeli HTMS Chakri Naruebet dari Spanyol pada 1990-an. Pihak berwenang meresmikan kapal ini pada 1997 dan mengerahkannya untuk operasi bantuan bencana. Termasuk respons pasca tsunami Samudra Hindia 2004 dan saat banjir besar.

Pejabat Indonesia menegaskan kapal itu akan pemerintah gunakan terutama untuk operasi militer selain perang. Contohnya misi non‑tempur seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Namun, analis pertahanan independen Muhammad Fauzan Malufti mencatat bahwa penekanan semacam ini tidak lazim.

Negara biasanya membeli kapal induk untuk mengangkut dan mengerahkan pesawat tempur di laut. Mereka menganggap peran kapal dalam penanganan bencana sebagai keuntungan tambahan. Fauzan mengatakan bahwa jika pemerintah mempromosikan kapal sebagai alat kemanusiaan, hal itu menimbulkan pertanyaan tentang pengembangan pesawat dan sistem pendukung.

Akhirnya, ini adalah platform angkatan laut sehingga nilai utamanya seharusnya terletak pada kemampuan menghasilkan kekuatan tempur berbasis udara. Peran dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana memang penting. Mereka biasanya menganggapnya sebagai manfaat tambahan, bukan alasan utama membeli kapal induk. Tambahnya, fokus utama tetap pada kemampuan tempur dan strategi pertahanan nasional.

Para pengamat menilai langkah ini secara umum merupakan bagian dari inisiatif pemerintah yang lebih luas untuk memperkuat dan memodernisasi angkatan lautnya.

Dr. Collin Koh, peneliti senior di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam (RSIS), menyatakan bahwa akuisisi kapal induk ini, secara sekilas, tampak pemerintah maksudkan untuk memperkuat kemampuan angkatan laut.

Namun, ia menyoroti perdebatan tentang apakah kapal induk ini benar‑benar memenuhi kepentingan strategis negara, karena itu sangat bergantung pada jenis misi dan apakah aset angkatan laut lain bisa melaksanakannya lebih murah dan andal.

Dr. Koh menyinggung bahwa secara teori sebuah kapal induk mampu merombak keseluruhan postur pertahanan.

Dia mengatakan bahwa ia sengaja menyebutnya sebagai perubahan secara teori karena, sebagai aset proyeksi kekuatan, kapal induk berpotensi menimbulkan kesan bahwa postur pertahanan bergeser dari defensif menjadi ofensif.

Pertahanan Kepulauan

Dr. Koh dari Institut Studi Pertahanan dan Strategis RSIS mengatakan bahwa pada praktiknya struktur dan doktrin militer masih menekankan pertahanan wilayah kepulauan ketimbang proyeksi kekuatan ke luar negeri. Dengan mempertimbangkan kebijakan luar negeri dan doktrin keamanan yang telah lama berlaku, kapal induk ini secara praktis tidak akan mengubah postur pertahanan nasional secara menyeluruh.

Para analis mempertanyakan jenis kemampuan udara yang akan kapal ini miliki karena kekuatan udara angkatan laut masih relatif terbatas. Pieter Pandie, peneliti di Pusat Studi Strategis dan Internasional, menyatakan pemerintah hanya akan memperkuat postur pertahanan dengan kapal induk jika mereka mewujudkan pengerahan yang memiliki kemampuan nyata dan tujuan strategis jelas.

Pengoperasian kapal induk sangat rumit dan mahal, bahkan bagi Amerika Serikat, sehingga membebani anggaran pertahanan dan kapasitas operasional.

Berukuran 108,2 meter dan digerakkan oleh empat turbin gas, kapal ini mampu melaju hingga 56 km/jam; dirancang mengoperasikan pesawat lepas landas pendek, pendaratan vertikal, helikopter, serta dilengkapi pengacau radar dan persenjataan seperti rudal udara-ke-udara, rudal permukaan-ke-permukaan, dan torpedo.

Saat bertugas di Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi dikabarkan dioperasikan oleh sekitar 800 awak. Pieter menyebutkan bahwa perawatan kapal induk memakan biaya besar karena memerlukan personel yang terlatih khusus.

“Menurutnya, dana yang akan dipakai untuk membeli dan mengoperasikan kapal induk ini sebetulnya bisa dialihkan ke aset lain seperti kapal patroli atau fregat, yang jumlahnya lebih banyak sehingga dapat meningkatkan pengawasan wilayah laut di kepulauan yang luas.”

Beberapa pihak berpendapat kapal ini tak bisa dianggap sebagai kapal induk sejati jika tidak membawa pesawat tempur, terutama karena penekanannya pada peran non-perang. Fauzan, analis pertahanan, menegaskan bahwa memiliki lambung kapal induk saja tidak otomatis menghasilkan kekuatan tempur berbasis kapal induk yang kredibel.

Keterbatasan Kemampuan

Bahkan untuk operasi kemanusiaan, Giuseppe Garibaldi punya keterbatasan pada kemampuan yang bisa dilakukannya; Fauzan menyoroti bahwa kapal ini tidak dilengkapi dek sumur—ruang internal untuk meluncurkan perahu kecil dan kapal pendaratan. Akibatnya, kapal tersebut tidak mampu mengerahkan kapal pendaratan untuk memindahkan kendaraan atau peralatan berat ke darat.

Di luar aspek teknis, pertanyaan yang lebih besar ialah kemampuan pemerintah untuk mempertahankan operasi kapal induk tanpa menambah beban pada unsur angkatan laut lainnya. Menurut Dr. Koh, Angkatan Laut masih berjuang memenuhi tuntutan pertahanan negara di kepulauan luas akibat keterbatasan sumber daya dan armada.

Ia menyinggung target Modifikasi Kekuatan Pokok Minimum—sebuah program jangka panjang untuk membangun kemampuan dan peralatan militer dasar—yang berakhir pada 2024, sementara sebagian besar armada angkatan laut masih dalam kondisi menua.

Pemerintah membeli fregat baru dan kapal tempur serbaguna yang suatu hari bisa membantu kapal induk; pada saat yang sama, kapal-kapal ini diperlukan untuk tugas rutin seperti patroli dan pengamanan maritim.

Lebih dari 200 kapal berada di bawah kendali angkatan laut—dari kapal selam hingga kapal amfibi dan patroli—dan mayoritas kesulitan memenuhi tugas sehari-hari.

Dr. Koh mengingatkan bahwa perlu ditanyakan apakah pemerintah mampu mempertahankan kapal induk tanpa mengurangi kemampuan operasional armada lainnya.

Jika tidak ada pendanaan untuk operasi di masa damai, kapal induk menghadapi risiko menjadi port queen, yaitu lebih banyak diam di pangkalan dan sedikit melakukan operasi.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *