Bayangkan jika jutaan anak muda dapat menyampaikan apa yang paling berarti baginya. UNICEF meluncurkan U-Report Indonesia pada 2014 untuk mewujudkan tujuan tersebut. Platform interaktif ini mengajak generasi muda berpartisipasi. Mereka menyuarakan pandangan tentang isu-isu pembangunan penting melalui platform itu.
U-Report Indonesia merupakan platform survei yang memanfaatkan Twitter untuk mengajak anak muda memberikan pendapatnya terkait isu-isu krusial seperti pendidikan, kesehatan gizi, pernikahan usia dini dan perundungan.
UNICEF menganalisis tanggapan responden dan menyampaikan hasilnya kepada pemerintah, mitra pembangunan, dan kelompok masyarakat sipil. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan remaja dan pemuda dalam proses pembangunan.
Pusat Inisiatif
UNICEF menempatkan anak-anak, remaja, dan pemuda sebagai pusat berbagai inisiatif, sehingga UNICEF menganggap pandangan mereka krusial dalam merumuskan kebijakan yang berdampak. Pada tahap uji coba, U-Report Indonesia telah menyampaikan beragam pertanyaan kepadanya, antara lain:
- Pernahkah Anda mengalami secara langsung atau menyaksikan perlakuan tidak adil terhadap anak perempuan?
- Apa saja tindakan yang bisa masyarakat lakukan untuk mencegah dan mengakhiri kekerasan terhadap anak di lingkungan rumah?
- Presiden baru harus memprioritaskan kebijakan perlindungan anak untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan mereka.
Tim Inovasi UNICEF di Uganda merancang dan mengimplementasikan U-Report sebagai layanan berbasis SMS. Sejak berjalan, lebih dari 250.000 anak muda di Uganda telah bergabung dengan jaringan U-Report. Program ini tumbuh pesat dan kini hadir di 12 negara dengan peserta lebih dari 500.000 orang. UNICEF menargetkan perluasan layanan ke hampir 20 negara dan memproyeksikan jumlah U-Reporter melebihi 1 juta pada akhir 2015.
Dalam upaya memperluas partisipasi anak muda melalui U-Report Indonesia serta mendorong advokasi terkait isu-isu anak, UNICEF mulai memperkenalkan platform ini di berbagai forum publik. UNICEF menampilkan potensi U-Report Indonesia dalam Indonesian Youth Conference (IYC) pada November 2014 sebagai langkah strategis.
Dalam rangkaian kegiatan IYC 2014, peserta diberikan kesempatan untuk memilih organisasi atau inisiatif yang ingin dieksplorasi lebih dalam dalam sesi diskusi terbuka. U-Report Indonesia menempati peringkat teratas dalam pemilihan tersebut.
Pada awal tahun 2015, UNICEF meluncurkan kampanye bertajuk Give Voice to the Voiceless sebagai upaya untuk memperluas keterlibatan masyarakat melalui U-Report Indonesia di berbagai wilayah. Hasil dari kampanye digital ini dijadwalkan akan diumumkan pada akhir bulan Maret 2015.