Indonesia mengajukan permohonan bantuan kepada AS untuk mencari pesawat AirAsia hilang Minggu dengan 162 orang, menurut State Department AS Senin.
Dalam konferensi pers rutin, juru bicara State Department AS Jeff Rathke menyatakan telah menerima permintaan bantuan. Ia menambahkan pihaknya sedang mengevaluasi permintaan tersebut untuk menentukan langkah terbaik dalam memberikan dukungan.
Rathke menyampaikan bahwa Indonesia mengajukan bantuan dengan mengirimkan nota diplomatik kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Juru bicara Pentagon Rear Adm. John Kirby menjelaskan bahwa pihaknya masih mengoordinasikan rincian permintaan bantuan. Permintaan tersebut kemungkinan mencakup dukungan deteksi dari udara, permukaan laut, hingga bawah permukaan.
Permohonan bantuan ini muncul beberapa jam setelah Kepala Badan SAR Nasional menyatakan kemungkinan pesawat AirAsia hilang berada di dasar laut.
Dalam keterangan pers Senin, Bambang Sulistyo menyampaikan bahwa pesawat Airbus A320 jatuh Minggu di perairan Laut Jawa dekat pantai.
Bambang menyatakan berdasarkan koordinat dan evaluasi posisi dugaan jatuh, pihaknya berasumsi pesawat kemungkinan besar berada di dasar laut.
Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa ia telah menginstruksikan evaluasi prosedur penerbangan nasional sebagai tindak lanjut hilangnya pesawat tersebut.
Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya sangat terkejut dan turut merasakan kekhawatiran, kekecewaan, serta kesedihan keluarga penumpang. Ia meyakini masyarakat luas juga merasakan perasaan tersebut.
Wapres JK menyatakan pemerintah mengerahkan 30 kapal dan 15 pesawat, termasuk helikopter, untuk mencari pesawat AirAsia hilang Minggu dini hari.
Wakil Presiden mencatat hingga kini keberadaan penerbangan Malaysia 370 yang hilang Maret 2014 dekat Australia belum terungkap. Ia menekankan kasus hilangnya pesawat lain sering memerlukan waktu berbulan-bulan atau lebih lama untuk ditemukan.
Laporan Puing
Otoritas terkait memastikan bahwa puing-puing yang pesawat pencari Australia deteksi Senin pagi bukan berasal dari AirAsia 8501.
AirAsia melaporkan penerbangan ini hilang pada Minggu pagi saat berada di tengah rute dari Surabaya menuju Singapura.
Pilot mengajukan permohonan kepada pengendali lalu lintas udara untuk menaikkan ketinggian 1.800 meter guna menghindari cuaca buruk.
Perwakilan Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa mereka menolak permintaan izin karena pesawat lain sudah menempati wilayah udara saat itu. Tak lama kemudian, komunikasi dengan pesawat terputus, dan petugas pengendali lalu lintas udara tidak menerima sinyal darurat apa pun dari pihak pilot.
Tony Fernandes, selaku CEO AirAsia, menyampaikan pada hari Minggu bahwa fokus utama perusahaan adalah memberikan dukungan bagi keluarga penumpang dan kru, serta memastikan kerja sama penuh dalam proses investigasi yang sedang berlangsung.
Daftar penumpang mencakup 149 warga negara Indonesia, tiga dari Korea Selatan serta masing-masing satu dari Inggris, Malaysia dan Singapura. Sementara itu, kru pesawat terdiri dari tujuh orang, yakni enam berkewarganegaraan Indonesia dan satu kopilot asal Prancis.
Membantu Pencarian
Operasi pencarian berskala internasional terhadap pesawat yang hilang tengah dilakukan secara intensif, dengan Amerika Serikat, China dan India termasuk di antara negara-negara yang telah menawarkan dukungan sumber dayanya dalam misi pencarian di kawasan jalur pelayaran tersibuk dunia.
Pesawat dari Indonesia, Australia, Malaysia dan Singapura telah ambil bagian dalam operasi pencarian di wilayah perairan yang tergolong dangkal, dengan kedalaman rata-rata sekitar 46 meter.
Fernandes menyampaikan kepada awak media bahwa sebelum insiden penerbangan 8501 pada hari Minggu, AirAsia belum pernah mengalami kehilangan jiwa dalam operasional penerbangannya.
Fernandes menyampaikan bahwa hingga saat ini AirAsia telah melayani 220 juta penumpang. Ia mengakui bahwa respons terhadap insiden pasti akan muncul, namun menegaskan keyakinannya terhadap kapabilitas maskapai dalam mengoperasikan penerbangan dan komitmennya untuk tetap tangguh.
Kapten yang mengendalikan penerbangan memiliki tingkat pengalaman tinggi, dengan total lebih dari 20.000 jam terbang, termasuk sekitar 6.000 jam bersama AirAsia mengoperasikan pesawat Airbus A320.
Insiden hilangnya pesawat AirAsia menandai kejadian kedua dalam tahun 2014 di mana pesawat komersial dilaporkan hilang.
Sejak penerbangan Malaysia Airlines 370 dinyatakan hilang pada bulan Maret 2014 saat menempuh rute dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan membawa 239 penumpang, belum pernah ditemukan puing-puing yang terverifikasi sebagai bagian dari pesawat tersebut.