Penetapan Pahlawan Dinilai Terlambat dan Sarat Kepentingan

Indonesia memperingati Hari Pahlawan

Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Masyarakat mengenang para tokoh yang telah wafat dan berjasa besar bagi bangsa. Hingga kini, tercatat 163 orang sebagai pahlawan nasional, termasuk 12 perempuan, dengan mayoritas di antaranya berperan dalam perjuangan melawan penjajahan. Setiap tahunnya, presiden memiliki wewenang untuk menambahkan nama baru ke daftar tersebut. Pada tahun ini, Presiden Joko Widodo menetapkan empat pahlawan baru.

Pemerintah kini menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh: Djamin Ginting (1921–1974), Mohamad Mangundiprojo (wafat 1988), Sukarni Kartodiwirjo (1916–1971), dan Abdul Wahab Hasbullah (1888–1971).

Djamin Ginting

Djamin merupakan tokoh militer berpengaruh sekaligus pejuang kemerdekaan yang bertugas di jajaran militer dari tahun 1945 hingga 1968. Ia memimpin pasukan dalam perlawanan terhadap kekuatan Inggris, Belanda dan Jepang. Ia menyelesaikan karier militernya lalu menjabat sebagai Sekretaris Presiden. Setelah itu, ia melanjutkan tugas sebagai Wakil Sekretaris Negara. Akhirnya, pemerintah mempercayainya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kanada.

Mohamad Mangundiprojo

Mangundiprojo merupakan perwira militer yang turut andil dalam perjuangan kemerdekaan dengan mengambil alih berbagai aset milik Belanda. Ia juga berperan signifikan dalam Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945, menghadapi pasukan Inggris.

Sukarni Kartodiwirjo

Sukarni merupakan seorang aktivis politik yang gigih menentang pemerintahan kolonial. Ia tergabung dalam Partai Indonesia (Partindo), salah satu organisasi politik awal yang berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan sepenuhnya bagi bangsa.

Abdul Wahab Hasbullah

Abdul Wahab Hasbullah mendirikan pesantren tradisional di wilayah Jawa dan masyarakat mengenalnya sebagai tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926. NU merupakan organisasi Islam yang berpaham tradisionalis, berbeda pandangan dengan Muhammadiyah yang cenderung modernis dan menolak unsur-unsur tradisi Jawa pra-Islam. Kini, NU telah berkembang menjadi salah satu organisasi Islam independen terbesar di dunia dengan sekitar 30 juta anggota, mayoritas berada di Jawa Timur. Selain itu, pada tahun 1945, Abdul Wahab Hasbullah turut mendirikan Partai Masyumi, yang merupakan partai politik Islam pertama.

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November karena pada tanggal itu, tahun 1945, terjadi pertempuran hebat di Surabaya, Jawa Timur, antara pasukan Indonesia dan milisi rakyat melawan pasukan sekutu, terutama Inggris. Walaupun proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, perjuangan untuk meraih kemerdekaan sepenuhnya masih berlanjut selama empat tahun dalam revolusi melawan Belanda dan sekutu-sekutunya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *