Pencemaran dan Sampah Ancam Koloni Burung Air di Sembilang

Wetlands International staf KLHK

Pekan ketiga Januari 2016, tim Wetlands International dan staf KLHK mengunjungi Taman Nasional Sembilang, Sumatra Selatan. Para pengamat burung dari seluruh dunia mengikuti perayaan 50 tahun Sensus Burung Air Internasional (#IWC50) sepanjang Januari, dan kunjungan ini menjadi salah satu agendanya. Wetlands International bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Yayasan Lahan Basah Indonesia (YLBI) menyelenggarakan acara tersebut.

Taman Nasional Sembilang menyimpan hamparan mangrove utuh terbaik yang masih tersisa. Luasnya 87.000 hektare, dari total kawasan 200.000 hektare. Kawasan ini menampung keanekaragaman hayati lahan basah yang sangat tinggi, termasuk sedikitnya 150 spesies burung. Sembilang juga menjadi habitat non-berbiak yang bernilai internasional bagi ratusan ribu burung air migran, serta menampung populasi burung air menetap yang terancam punah dan rentan. Pemerintah menetapkan Sembilang sebagai Situs Ramsar dan mendaftarkannya ke Jaringan Kemitraan Jalur Terbang Asia Timur–Australasia berkat peran strategisnya.

Tim mengamati beberapa kawanan besar burung pantai migran di sepanjang delta Banyuasin hingga kawasan taman, dengan Common Redshank (Tringa totanus) dan Terek Sandpiper (Xenus cinereus) mendominasi. Populasi besar Milky Stork (Mycteria cinerea) dan Lesser Adjutant (Leptoptilos javanicus) yang berstatus rentan juga terlihat di hamparan dataran lumpur yang sama, bersama ribuan burung camar (Laridae) dan dara laut (Sternidae). Selain itu, terdeteksi populasi berbiak Brahminy Kite (Haliastur indus), White-bellied Sea Eagle (Haliaeetus leucogaster) dan Grey-headed Fish Eagle (Ichthyophaga ichthyaetus). Proses identifikasi foto dan video masih berjalan untuk memutakhirkan daftar spesies yang teramati selama sensus.

Survei ini kembali menegaskan nilai strategis Taman Nasional Sembilang di tingkat internasional bagi burung air migran maupun menetap. Data yang dihimpun dari sensus ini menjadi dasar penting untuk perencanaan dan pengelolaan taman.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *