Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembicaraan. Dalam konferensi pers, Orban menyoroti sektor pertanian, teknologi informasi dan pengelolaan air sebagai bidang potensial untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia yang mampu menstabilkan keadaan hanya dalam beberapa jam setelah serangan teroris baru-baru ini. Menurut Orban, Indonesia merupakan negara yang stabil dan menjadi mitra penting bagi Hongaria dalam mencari peluang ekonomi. Presiden Jokowi menyampaikan diskusi dengan Orban berlangsung hangat dan produktif. Pembicaraan mencakup kerja sama energi terbarukan serta proyek penyediaan air minum.
Pada hari yang sama, Viktor Orban menyampaikan pidato di forum bisnis Indonesia-Hongaria. Ia mempromosikan peluang usaha Hongaria kepada para peserta. Ia menekankan bahwa pendekatan negaranya dalam dunia bisnis bersifat kolaboratif, bukan dominatif. Orban menolak praktik perusahaan multinasional besar yang menyingkirkan pelaku lokal dan membawa pulang keuntungan ke luar negeri. Perdana Menteri ini mendorong peningkatan kerja sama dengan Indonesia, sambil mencontohkan hubungan bilateral Hongaria dengan Jepang, China dan India. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla turut menegaskan pentingnya mempererat hubungan, seraya menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi bisnis yang menjanjikan.
Para delegasi menandatangani beberapa kesepakatan bilateral dalam forum tersebut, termasuk kerja sama media, kamar dagang, dan pengelolaan air. Menlu Hongaria Peter Szijjarto serta Menteri Pertanian Sandor Fazekas juga menandatangani perjanjian pertukaran pendidikan tinggi dan kerja sama perikanan. Berdasarkan kesepakatan yang telah ada sebelumnya, sebanyak 50 mahasiswa Indonesia akan memperoleh kesempatan menempuh studi di universitas-universitas Hongaria.
Uni Eropa-ASEAN
Pada hari Senin, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh. Keduanya membicarakan beragam tantangan yang menghadang Uni Eropa dan ASEAN dalam pertemuan itu. Orban menegaskan bahwa ASEAN dapat mengandalkan Hongaria, karena negaranya mendukung perdagangan bebas serta kerja sama ekonomi di tingkat regional. Ia juga menekankan bahwa Hongaria memiliki daya saing tinggi dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, yang turut serta dalam delegasi resmi ke Indonesia, menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan Hongaria telah menandatangani kesepakatan bisnis senilai $37,6 juta di Indonesia. Dari berbagai kontrak yang ada, ia menekankan bahwa yang paling penting adalah kerja sama dengan Budapest Water Works untuk pembangunan sistem pengolahan air di 34 wilayah Indonesia. Nilai kontrak tersebut mencapai $36 juta dan berpotensi meningkat seiring keterlibatan Budapest Water Works dalam rencana modernisasi sistem air di Indonesia.
Sebuah perusahaan TI asal Hongaria akan menuntaskan proyek pengembangan bernilai $1,6 juta bagi mitra TI di Indonesia. Mulai pertengahan tahun depan, penyedia layanan seluler Hongaria, Cellum, dijadwalkan menyediakan aplikasi yang akan terintegrasi dengan sistem operator seluler terbesar di Indonesia, menurut Szijjarto. Ia juga menyampaikan bahwa Eximbank Hongaria telah menyiapkan jalur kredit sebesar €200 juta untuk memperkuat kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dan Hongaria. Selain itu, Szijjarto menambahkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia serta sejumlah menteri yang membidangi utilitas, perumahan dan perdagangan.