Setelah menyelesaikan kunjungan resmi ke China, Presiden Recep Tayyip Erdogan melanjutkan lawatannya ke Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Cavusoglu untuk membahas berbagai isu terkait hubungan bilateral di bidang politik dan ekonomi serta dinamika regional dan global.
Dalam rangkaian kunjungannya, Presiden Erdogan memulai dengan mengunjungi Lembaga Pertahanan Nasional. Pada konferensi bertema Kebijakan Luar Negeri Turki, ia menegaskan bahwa Turki terus berkomitmen untuk memperkuat perdamaian, stabilitas dan kerja sama di tingkat regional maupun global. Presiden Erdogan juga menyampaikan bahwa Turki menjalankan kebijakan luar negeri yang aktif di berbagai belahan dunia, mulai dari kawasan Asia-Pasifik hingga Amerika Latin, melalui bantuan kemanusiaan, aktivitas ekonomi serta partisipasi dalam organisasi internasional.
Dalam konferensi tersebut, Presiden Erdogan juga menyampaikan bahwa Turki telah menginisiasi berbagai mekanisme dialog trilateral guna menyelesaikan konflik di kawasan, serta membentuk sejumlah dewan strategis tingkat tinggi. Ia menambahkan bahwa Turki telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan 22 negara anggota EFTA, perjanjian penghindaran pajak berganda dengan 80 negara, dan perjanjian perlindungan serta promosi investasi dengan 93 negara. Presiden Erdogan juga menegaskan bahwa Turki aktif berpartisipasi dalam berbagai inisiatif penting seperti Aliansi Peradaban dan Mediasi untuk Perdamaian PBB, serta menjalin kerja sama dengan organisasi-organisasi regional.
Presiden Erdogan menyampaikan bahwa Indonesia dan Turki menjalin kerja sama yang selaras baik dalam forum bilateral maupun multilateral. Ia menekankan bahwa penguatan hubungan politik, sosial dan ekonomi antara Indonesia—sebagai negara pelopor di kawasan Asia-Pasifik—dan Turki—sebagai negara kunci di wilayah Eurasia—akan membawa manfaat besar bagi masyarakat kedua negara serta komunitas global. Presiden Erdogan juga menegaskan komitmen tulus Turki dalam menjalin hubungan tersebut, dan menyatakan kegembiraannya melihat Indonesia menunjukkan semangat yang sama.

Dalam konferensi tersebut, Presiden Erdogan menegaskan komitmen Turki dalam memerangi terorisme dan menyampaikan harapannya untuk mempererat kerja sama melalui Forum Kontraterorisme Global. Ia juga menyoroti pentingnya upaya bersama dalam menghadapi berbagai bentuk intoleransi, seperti xenofobia, diskriminasi, rasisme dan Islamofobia.
Setelah konferensi selesai, Presiden Erdogan melanjutkan agendanya dengan berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan. Ia kemudian menerima sambutan resmi dari Presiden Joko Widodo dan memimpin pertemuan bersama delegasi kedua negara.
Dalam konferensi pers bersama yang digelar usai pertemuan, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmennya untuk segera mengambil langkah konkret dalam menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) tahun ini, guna mengoptimalkan potensi ekonomi antara Indonesia dan Turki. Ia juga menambahkan bahwa berencana menjalin kerja sama lebih luas dengan Turki di berbagai sektor.
Seusai konferensi pers bersama, Presiden Erdogan melanjutkan agendanya dengan melakukan pertemuan terpisah bersama sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan presiden ketiga, B. J. Habibie.