Pada Desember 2014, presiden terpilih Joko Widodo berkomitmen memperluas dan meningkatkan kualitas pelabuhan. Ia juga berjanji membenahi sektor perikanan nasional. Jokowi menegaskan kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal akan pemerintah sita, bakar, dan tenggelamkan sesuai UU Perikanan 2009. Foto-foto kapal yang pemerintah bakar beredar di internet dan menunjukkan Jokowi menindaklanjuti janjinya dengan tindakan nyata.
Shawn Heinrichs, jurnalis foto investigasi, mengatakan Indonesia lama jadi perhatian pemerhati konservasi laut, kini menunjukkan perbaikan. Ia menambahkan jika tren positif berlanjut, Indonesia bisa menjadi contoh ideal perlindungan ekosistem laut dan penegakan hukum maritim.
Pihak berwenang belum dapat memastikan jumlah kapal yang sengaja mereka tenggelamkan. Sejak Desember 2014, pemerintah menyatakan Angkatan Laut menenggelamkan puluhan kapal penangkap ikan asing. Tindakan itu bagian dari upaya penegakan hukum di perairan Indonesia.
Namun, pihak berwenang kesulitan menghitung seluruh kapal yang telah mereka sita di negara kepulauan yang sangat luas.
Presiden Joko Widodo berusaha mendukung pengembangan sektor perikanan domestik dan menjaga kelestarian sumber daya laut. Pemerintah menyatakan kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal menyebabkan kerugian besar bagi nelayan lokal. Pemerintah memperkirakan kerugian mencapai $25 miliar setiap tahun akibat berkurangnya hasil tangkapan.
Komitmen Pemerintah
Sebagian kalangan konservasionis melihat pendekatan tegas Presiden Jokowi sebagai indikasi bahwa pemerintah berkomitmen untuk menegakkan hukum nasional yang melindungi seluruh spesies hiu dan pari di wilayah perairan Indonesia. Namun, ada pula yang bersikap lebih skeptis. “Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas,” ujar Heinrichs. “Tidak mungkin mengawasi setiap kapal penangkap ikan dan titik pendaratan secara menyeluruh. Sejumlah tim patroli dari organisasi non-pemerintah telah berperan besar dalam menjaga kawasan Raja Ampat. Di bagian utara, Conservation International memimpin dengan jaringan patroli, sementara Misool Eco Resort mengoperasikan sistem patroli penuh waktu di wilayah selatan. Di sisi lain, pemerintah memiliki kapasitas penegakan hukum melalui kepolisian perairan daerah, angkatan laut dan angkatan darat yang bersifat nasional. Namun, tumpang tindih kewenangan di antaranya kadang menimbulkan kebingungan.”
Heinrichs mengatakan meskipun upaya perlindungan manta dan hiu menunjukkan kemajuan, banyak pekerjaan masih harus pemerintah lakukan. Ia menyatakan pemerintah menunjukkan kesadaran pentingnya menjaga spesies laut dan kawasan konservasi utama, menempatkan manta dan Raja Ampat sebagai prioritas tertinggi. Namun, penangkapan manta secara tidak langsung—baik sebagai tangkapan sampingan maupun akibat kegiatan perikanan lokal—masih menjadi tantangan berkelanjutan. Komunitas Lamakera paling aktif memburu manta dan mempertahankan tradisi kuat dalam praktik itu. Heinrichs menekankan keberhasilan program transisi komunitas yang sedang berjalan akan menjadi faktor penting mengurangi penangkapan manta secara signifikan.
Seiring meluasnya perhatian komunitas konservasi, sejumlah pihak mengkritik pendekatan Presiden Jokowi dalam mencapai tujuannya. Salah satu sorotan datang dari aktivis Greenpeace, Arifsyah Nasution, yang menyampaikan kepada wartawan bahwa penggunaan bahan peledak untuk menenggelamkan kapal dapat menimbulkan gangguan dan ancaman bagi kehidupan ikan di sekitar lokasi ledakan. Ia menambahkan bahwa dampaknya, dalam beberapa hal, serupa dengan praktik penangkapan ikan menggunakan dinamit.
Pro Kontra
Meskipun metode itu menimbulkan pro dan kontra, metode tersebut dapat memberi dampak positif; salah satu keuntungan tak terduga, kapal-kapal yang ditenggelamkan berpotensi menjadi lokasi penyelaman baru; Heinrichs mengatakan bangkai kapal akan segera diselimuti terumbu karang dan menjadi habitat berbagai ikan karena kekayaan hayati laut wilayah ini; ia menambahkan bahwa mereka berencana mengembangkan situs penyelaman baru yang berpusat pada kapal penangkap ikan ilegal yang ditenggelamkan.
Yang paling menggembirakan bagi Heinrichs adalah munculnya komitmen baru terhadap pelestarian laut. “Kami telah berhasil mentransformasi—yang sebelumnya dikenal sebagai negara dengan produksi pari manta terbesar di dunia—menjadi kawasan perlindungan manta terbesar secara global. Indonesia juga merupakan produsen hiu terbesar, dan langkah berikutnya adalah menangani tantangan tersebut. Kini, dengan mulai diterapkannya penegakan hukum, masa depan kawasan konservasi ini terlihat menjanjikan,” ujarnya.