Ketimpangan Energi di Negeri Kepulauan

Indonesia memiliki kapasitas PLTA

Indonesia memiliki kapasitas PLTA terpasang sekitar 5.258 MW. Angka ini baru 6% dari potensi teknis yang tersedia.

Pemerintah berupaya memperluas elektrifikasi pedesaan. Kebutuhan PLTA mikro hingga kecil akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Teknologi ini akan menjadi komponen penting dalam strategi pembangunan nasional.

Pada 1996, ANDRITZ HYDRO mendirikan anak perusahaan di Jakarta, melanjutkan sejarah sejak pengiriman pertama 1910. Selama lebih 100 tahun, perusahaan ini memasang atau memodernisasi sekitar 180 unit dengan kapasitas lebih 3.000 MW. Lebih dari separuh kapasitas terpasang nasional berasal dari kontribusi ANDRITZ HYDRO.

PLTA Cirata

Pada Desember 2013, ANDRITZ HYDRO memperoleh kontrak dari PT PJB. Kontrak tersebut mencakup penyediaan, pemasangan, dan pengoperasian stator baru di PLTA Cirata. Pembangkit listrik tenaga air bawah tanah ini terdiri atas Cirata I dan Cirata II dengan kapasitas total 1.040 MW. ANDRITZ HYDRO awalnya memasok seluruh delapan unit turbin generator beserta peralatan elektromekanik.

PLTA Peusangan 1 dan 2

Pada bulan Agustus 2013, ANDRITZ HYDRO menjalin kontrak dengan PT PLN untuk penyediaan desain, pasokan dan instalasi peralatan elektromekanis di PLTA aliran sungai. Paket pekerjaan meliputi turbin, generator serta perlengkapan listrik pendukung. PLTA Peusangan 1 dan Peusangan 2 diproyeksikan menghasilkan energi sekitar 327 GWh per tahun.

PLTA Karebbe

ANDRITZ HYDRO memperoleh sejumlah kontrak, yakni pada 2005 untuk pengadaan serta pemasangan turbin, generator dan peralatan pendukung; pada 2008 untuk penyediaan pintu air dan gerbang; serta pada 2009 untuk sistem tenaga listrik (EPS).

PLTA Larona

Pada tahun 2008, ANDRITZ HYDRO mendapat mandat untuk melakukan modernisasi PLTA Larona. Pekerjaan mencakup peningkatan kapasitas dua generator dari 65 MVA menjadi 85 MVA, penggantian turbin dan peralatan listrik serta layanan instalasi dan pengoperasian.

PLTA Musi

Pada tahun 2004, ANDRITZ HYDRO dipercaya untuk memasok turbin dan peralatan tambahan dalam proyek PLTA Musi, yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 210 MW.

Kini, pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga air skala kecil sedang berlangsung, meliputi Cianten 1B, 2 dan 3 serta Cibalapulang 1, 2 dan 3.

Keunggulan mutu dan keahlian ANDRITZ HYDRO terbukti di PLTA Ketenger, yang menggunakan runner asli buatan perusahaan sejak 1930-an. Hingga kini, runner tersebut masih berfungsi dengan baik dan memberikan kepuasan penuh bagi pelanggan.

Semua pesanan yang sukses ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap keahlian teknologi ANDRITZ HYDRO dan sekali lagi membuktikan posisi terdepan ANDRITZ HYDRO di pasar tenaga air.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *