Australia Dorong Investasi di Indonesia di Tengah Beragam Kekhawatiran

Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb, dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia mulai besok dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menilai bahwa kunjungan yang telah dijadwalkan perlu tetap dilaksanakan, sejalan dengan komitmen pemerintah Australia untuk mempererat hubungan dengan negara tetangga terdekatnya.

Rob dijadwalkan bertemu dengan sejumlah menteri penting, termasuk Menteri Perdagangan Indonesia yang baru, Thomas Lembong, serta pejabat-pejabat lain yang membidangi sektor industri dan komunikasi. Selain itu, ia juga akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin bisnis terkemuka di Indonesia, termasuk direktur utama dari beberapa bank besar.

Dalam kunjungannya kali ini, Rob akan turut mempromosikan penyelenggaraan Pekan Bisnis Indonesia-Australia yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17–20 November 2015. Ia berencana kembali ke Indonesia bersama lebih dari 200 pelaku usaha sebagai bagian dari delegasi bisnis Australia terbesar yang pernah dikirim ke negara ini.

“Indonesia adalah salah satu mitra paling strategis bagi kami, dan kunjungan ini menjadi momen penting untuk berdialog dengan para pemimpin ekonomi serta mengeksplorasi berbagai peluang baru dalam memperluas kerja sama perdagangan dan investasi,” katanya.

Australia menyediakan berbagai layanan unggulan di sektor-sektor seperti perbankan dan keuangan, teknologi informasi dan komunikasi, serta pertambangan dan rekayasa teknik—yang semuanya dapat mendukung kebutuhan dunia usaha Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, terdapat potensi kerja sama di bidang pariwisata dan perhotelan, pendidikan serta layanan kesehatan.

Indonesia menjadi salah satu tujuan ekspor utama bagi produk pertanian Australia, seperti daging sapi, sapi hidup, gandum dan gula. Di antara komoditas tersebut, gandum menempati posisi teratas sebagai ekspor terbesar Australia, dengan nilai mencapai $1,3 miliar pada tahun 2014.

“Ini mencerminkan bentuk kerja sama yang sangat baik antara pelaku usaha Indonesia dan Australia, yang turut berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah meningkatnya permintaan dari konsumen Indonesia,” kata Robb.

Robb akan menyoroti pentingnya kepastian dan stabilitas pasar sebagai fondasi untuk membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Memperkuat hubungan antar pelaku usaha menjadi fokus utama kami. Saat ini, sekitar 250 perusahaan asal Australia telah menjalankan operasinya di Indonesia, dan kami optimis jumlah tersebut akan meningkat secara signifikan, mengingat besarnya potensi pasar dengan populasi mencapai 250 juta jiwa, termasuk kelas menengah yang terus berkembang,” ujarnya.

Pada tahun 2014, Indonesia menempati posisi ke-12 sebagai mitra dagang utama bagi Australia, dengan total nilai perdagangan dua arah mencapai $15,7 miliar. Di tahun yang sama, nilai investasi timbal balik antara kedua negara tercatat sebesar $9,6 miliar. Lebih dari 200 perusahaan asal Australia diketahui menjalankan kegiatan bisnis di Indonesia.

Visited 6 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *